Maandag 08 Junie 2015

Amatir

Sajak amatir
Malam ini kutulis sajak puisi yang biasa
Menggunakan kata dan bahasa yang tak indah
Karena aku amatir yang tak pandai merangkai kata-kata

Namun, namun  aku tetap menulis walau menggunakan kata dan bahasa yang biasa
Karena inilah aku sang amatir
yang mencoba menulis menggunakan bahasa yang indah

Izinkanlah sang amatir ini mencoba mulai menulis dengan kata yang sekiranya indah
Dan enak untuk didengar
Yang ingin aku mulai dengan kata
Inilah Aku Sang Amatir Yang Tak Bersajak Dan  Tak Berirama















Surabaya, 19 Maret 2015

Rindu Kampung Halaman

Rindu kampung Halaman

Leyn

Pandanglah pulau di seberang sana
Nyiur Melambai menanti kedatanganmu, riak ombak bersorak siap menjemputmu dan dentuman ombak beriring seirama menyanyikan lagu rindu, rindu pada kampung halaman
Kampung halaman yang lama dipisahkan dari raga yang bernyawa untuk mencari kehidupan guna menyambung hidup di tanah rantau
Kini kampung halaman ada tepat di depan mata, mata raga yang bernyawa
Yang pergi meninggalkannya untuk sekolah, kuliah, kerja bahkan sampai mati tak pernah kembali
Kini kau telah banyak berubah kampung halamanku

Kau tak seindah dulu, namun kau tetaplah kampung halamanku ADONARA