Dinsdag 10 Desember 2013
Woensdag 12 Junie 2013
asa
Hembusan
Angin
karya: Ipunk
Malam itu cuaca sangat
buruk, dimana sang penguasa malam tidak menampakkan wujudnya seperti
malam-malam biasanya. Entah kenapa malam ini hati Ipunk sangat tidak bersahabat
dengan dirinya sendiri seperti malam ini yang tidak bersahabat dengan alam,
dimana ia mengatakan ini tapi hatinya mengatakan itu, inilah yang membuat ia
bingung akan apa yang terjadi dengannya...
Malampun semakin larut dan
cuaca sangat dingin seakan-akan menusuk sampai ketulang, rasa takut Ipunk
bertambah menjadi penguasa dalam dirinya sendiri, dikarenakan suasana begitu
gelap gulita karena gardu listrik yang ada didaerah rumahnya rusak dihantam angin yang begitu kencang
sehingga tak ada cahaya yang menyinari pandangannya. Sesekali ia berjalan kearah
jendela kamarnya dan memandang keluar sekiranya ada cahaya yang dapat
dilihatnya diluar sana, ternyata apa yang diharapkannya itu benar-benar
terjadi, karena beberapa tengga dekat rumahnya menyalakan lilin, lampu petromak
dan lainnya yang sekiranya bisa menerangkan ruangan rumah..
Sejenak ia memandang keluar
melalui jendela kamarnya itu, ia kembali lagi kekasur kesayangannya yang
berspraikan kain yang bergambarkan Inter milan yaitu club bola favoritnya, sebelum
ia merebahkan badannya keatas kasur imutnya itu ia berdiri disamping meja
belajarnya untuk mencari lilin dan korek api untuk dibakar agar menerangkan
pandangannya, tapi apa yang diharapkannya itu tidak ada dan iapun pasrah dan
langsung merebahkan badannya diatas kasurnya. Belum sampai 2 menit dia
berbaring dikasurnya hembusan yang berasal dari arah jendela kamar yang belum
ditutupnya tadi, tapi ia tidak berani untuk segera menutup jendela kamarnya itu
karena gelap, bahkan dia menyelimuti rapat-rapat tubuhnya dengan selimut yang bergambarkan
club favoritnya, tetapi hembusan angin itu tetap saja mengenai tubuhnya,
diiringi hembusan angin yang terus membuat ia kedinginan itu dalam tidurnya
terdengar suara yang samar-samar yang berbisik bahwa dunia ini hanyalah
permainan saja, ya permainan, Dimana orang-orang yang memiliki keluarga lengkap
dan kasih sayang dari orang tua yang sempurna yang menjadi orang yang paling
bahagia.
Suara bisikan itu semakin
jelas terdengar olehnya, ia kembali terbangun dari tidur singkatnya itu dan mencoba
mencari dari mana asal suara misterius yang selalu menghantui pikirannya itu.
Setelah ia mencari disetiap sudut kamarnya dia melihat ada seberkas cahaya dari
arah jendela kamarnya, tapi ia takut untuk mendekati jendela kamarnya itu.
Dalam hati yang penuh dengan tanda tanya terdengarlah suara yang halus
seakan-akan suara itu tidak asing lagi ditelinganya....
Kenapa kamu merasa seperti
ketakutan? ( suara yang berasal dari jendela kamarnya )...
“ Apakah itu suara Ibu? “ bertanya
dalam hatinya, dengan diselimuti rasa takut yang tinggi ia tidak berani
mengatakan itu,.. Dalam lamunan yang penuh tanda tanya dalam hatinya terdengar
lagi suara misterius itu.
Jangan kamu turuti suara
yang selalu menghantuimu itu, bahwasannya hidup ini indah, bukan hanya mereka
yang memiliki keluarga lengkap dan kasih sayang yang sempurna akan selalu bahagia,
tetapi kebahagiaan itu adalah milik semua yang hidup didunia ini. Cobalah kamu
lihat orang-orang diluar sana, walaupun mereka memiliki keluarga yang lengkap
tetapi mereka tidak sepenuhnya mendapat kebahagian yang sempurnah pula.
Sadarlah kamu walaupun kamu tidak seperti mereka. “ kata suara yang berasal
dari cahaya misterius tersebut”
“Tapi kenapa orang yang
begitu ku sayang minggalkanku?” bertanya Ipunk
Sebernarnya orang yang kamu
sayangi itu tidak pernah jauh darimu, dia ada dalam hatimu yang selalu
memberikan ketegaran pada dirimu...
penguasa yang buta
Harapan Anak
Bangsa
Karya: Ipunk
Ketika kekuasaan menguasai dunia
Pada saat itulah rakyat-rakyat kecil tidak diperdulikan
Maka berontaklah mereka walau hanya bermodalkan keberanian
sebagai senjata
Para diktator-diktator bernyanyi, bersorak ria bersama lalat-lalat
kotor dan menjijikkan
Mereka menari di atas ribuan, jutaan bahkan miliaran
tumpukan mayat
yang berceceran di atas Negeri yang sudah mati
Negeri yang mati dari keadilan
Negeri yang dulu
penuh dengan kedamaian dan ketentraman
kini telah dipenuhi bangkai-bangkai yang tidak berdosa
mereka adalah korbaan kekuasaanmu....
sadarlah wahai para pemimpin
apakah hati nuranimu sudah tertutup oleh kekuasaan yang kau
damba-dambakan?
Dan tidakkah kau berpikir mereka yang terbaring di sana
adalah karena ulahmu?
Sadarlah....
Sadarlah....
Sebelum bertambah lagi korban yang akan terbaring di negeri
ini.
senyum ibu
Pudarnya
Senyum Seorang Ibu
Karya:
Ipunk
Ibu sudahi tangismu
malam ini
Ku tak sanggup
melihat air matamu ibu....
Air mata yang terus
mengalir dipipimu bagai air yang mengalir
Ibu.... ku tahu kau
tidak mau terlihat sedih oleh anak-anakmu
Tapi ku juga tahu
ibu kini beban yang kau pikul di pundakmu sudah terlalu berat sehingga kau
meneteskan air mata yang seharusnya tidak mengalir membasahi pipimu....
Ibu.... biarlah
mereka tertawa di atas penderitaan kita
Dan aku berjanji
padamu ibu
Aku akan
mengembalikan lagi senyum dan tawamu,
Senyum yang selalu
membuatku semangat menghadapi susahnya hidup ini.
Ibu....
tersenyumlah
Aku menunggu
senyummu...........
sosok ayah yang hilang
Kemana Ayah ?
Karya:
Ipunk
Bersama dentingan jam yang berbegarak mengikuti alur waktu
yang berputar
Inginku membongkar kesepian yang kerap hadir dalam setiap
lamunanku
Dalam hati kecilku selalu bertanya bagaimana sosok ayah yang
selama ini ku tidak tahu bagaimana sosoknya
Kemana sosok seorang yang dibanggakan anak-anaknya ketika
dibutuhkan?
Dimana tanggung jawabmu wahai ayah, dimana?
Hari-hariku isi bersama ibu tanpa sosok pemimpin yang
membimbing kami..
Sosok yang kami banggakan dalam keluarga
Kerap kali aku bertanya pada ibu tentang kau, tapi jawaban
yang sama ku dapatkan “ ayahmu telah pergi”
Aku tahu kau merasa sedih dari kejauhan sana, kau sedih
karena tidak bisa menghidupkan anak dan istrimu, aku tahu itu ayah..
Tapi hanya satu
pintaku padamu ayah
Datanglah, datanglah ayah ketika aku membutuhkanmu
Membutuhkan belaianmu ayah, ku ingin seperti teman-teman
yang lain
Sekali lagi ku mohon datanglah ayah......
Surabaya.
28 Juni 2013
mengenang ibu
Ibu
Karya : Ipunk
Ibu...
Sembilan bulan aku dalam rahimmu, hari-harimu penuh sengsara namun kau
tetap tegar dan sabar walau rasa sakit dan tetesan air mata mengalir di pipimu
namun semua itu penuh cinta.
Ibu...
Aku hadir di
dunia ini karena cinta yang begitu besar darimu, Cinta itulah yang
menghidupkanku, Cinta yang penuh perjuangan, Cinta yang begitu besar, Cinta
yang tulus, Cintamu bagai sang surya yang selalu setia menemani alam ini
Ibu...
Semuanya akan ku
ukir dalam sanubariku sepanjang hidupku selamanya.
Surabaya, 10
Juni 2013
Teken in op:
Plasings (Atom)