Woensdag 12 Junie 2013

asa



Hembusan Angin
karya: Ipunk
Malam itu cuaca sangat buruk, dimana sang penguasa malam tidak menampakkan wujudnya seperti malam-malam biasanya. Entah kenapa malam ini hati Ipunk sangat tidak bersahabat dengan dirinya sendiri seperti malam ini yang tidak bersahabat dengan alam, dimana ia mengatakan ini tapi hatinya mengatakan itu, inilah yang membuat ia bingung akan apa yang terjadi dengannya...
Malampun semakin larut dan cuaca sangat dingin seakan-akan menusuk sampai ketulang, rasa takut Ipunk bertambah menjadi penguasa dalam dirinya sendiri, dikarenakan suasana begitu gelap gulita karena gardu listrik yang ada didaerah rumahnya  rusak dihantam angin yang begitu kencang sehingga tak ada cahaya yang menyinari pandangannya. Sesekali ia berjalan kearah jendela kamarnya dan memandang keluar sekiranya ada cahaya yang dapat dilihatnya diluar sana, ternyata apa yang diharapkannya itu benar-benar terjadi, karena beberapa tengga dekat rumahnya menyalakan lilin, lampu petromak dan lainnya yang sekiranya bisa menerangkan ruangan rumah..
Sejenak ia memandang keluar melalui jendela kamarnya itu, ia kembali lagi kekasur kesayangannya yang berspraikan kain yang bergambarkan Inter milan yaitu club bola favoritnya, sebelum ia merebahkan badannya keatas kasur imutnya itu ia berdiri disamping meja belajarnya untuk mencari lilin dan korek api untuk dibakar agar menerangkan pandangannya, tapi apa yang diharapkannya itu tidak ada dan iapun pasrah dan langsung merebahkan badannya diatas kasurnya. Belum sampai 2 menit dia berbaring dikasurnya hembusan yang berasal dari arah jendela kamar yang belum ditutupnya tadi, tapi ia tidak berani untuk segera menutup jendela kamarnya itu karena gelap, bahkan dia menyelimuti rapat-rapat tubuhnya dengan selimut yang bergambarkan club favoritnya, tetapi hembusan angin itu tetap saja mengenai tubuhnya, diiringi hembusan angin yang terus membuat ia kedinginan itu dalam tidurnya terdengar suara yang samar-samar yang berbisik bahwa dunia ini hanyalah permainan saja, ya permainan, Dimana orang-orang yang memiliki keluarga lengkap dan kasih sayang dari orang tua yang sempurna yang menjadi orang yang paling bahagia.
Suara bisikan itu semakin jelas terdengar olehnya, ia kembali terbangun dari tidur singkatnya itu dan mencoba mencari dari mana asal suara misterius yang selalu menghantui pikirannya itu. Setelah ia mencari disetiap sudut kamarnya dia melihat ada seberkas cahaya dari arah jendela kamarnya, tapi ia takut untuk mendekati jendela kamarnya itu. Dalam hati yang penuh dengan tanda tanya terdengarlah suara yang halus seakan-akan suara itu tidak asing lagi ditelinganya....
Kenapa kamu merasa seperti ketakutan? ( suara yang berasal dari jendela kamarnya )...
“ Apakah itu suara Ibu? “ bertanya dalam hatinya, dengan diselimuti rasa takut yang tinggi ia tidak berani mengatakan itu,.. Dalam lamunan yang penuh tanda tanya dalam hatinya terdengar lagi suara misterius itu.
Jangan kamu turuti suara yang selalu menghantuimu itu, bahwasannya hidup ini indah, bukan hanya mereka yang memiliki keluarga lengkap dan kasih sayang yang sempurna akan selalu bahagia, tetapi kebahagiaan itu adalah milik semua yang hidup didunia ini. Cobalah kamu lihat orang-orang diluar sana, walaupun mereka memiliki keluarga yang lengkap tetapi mereka tidak sepenuhnya mendapat kebahagian yang sempurnah pula. Sadarlah kamu walaupun kamu tidak seperti mereka. “ kata suara yang berasal dari cahaya misterius tersebut”
“Tapi kenapa orang yang begitu ku sayang minggalkanku?” bertanya Ipunk
Sebernarnya orang yang kamu sayangi itu tidak pernah jauh darimu, dia ada dalam hatimu yang selalu memberikan ketegaran pada dirimu...

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking